I. Poin-Poin Penting untuk Pemeliharaan Inkubator Karbon Dioksida: Inkubator karbon dioksida mensimulasikan lingkungan pertumbuhan sel/jaringan yang mirip dengan in vivo di dalam inkubator. Inkubator ini membutuhkan suhu stabil (37°C), kadar CO2 stabil (5%), pH konstan (7,2-7,4), dan kelembaban relatif tinggi (95%) untuk kultur sel/jaringan in vitro.
Karena instrumen ini sering bersentuhan dengan air dan gas, kotoran dalam gas dapat masuk ke saluran gas, menyebabkan mesin mengalami kerusakan.
II. Tindakan Pencegahan untuk Inkubator Karbon Dioksida:
1. Saat pertama kali digunakan, selalu tambahkan air deionisasi atau air suling secukupnya dan tutup rapat inkubator untuk meminimalkan penguapan air dari jaket air.
2. Pada unit dengan pasokan daya yang tidak stabil, sebaiknya lengkapi inkubator dengan regulator tegangan berkinerja tinggi untuk mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh ketidakstabilan tegangan.
3. Pasang katup pengurang tekanan karbon dioksida bertekanan rendah (0-0,25 MPa) pada tabung karbon dioksida untuk memastikan tekanan keluaran yang lebih stabil. Ini mencegah kerusakan pada katup kontrol karbon dioksida karena tekanan karbon dioksida masukan yang terlalu tinggi selama penggunaan, yang dapat mengakibatkan pengoperasian yang terlalu lama.
4. Saat dinyalakan tetapi tidak melakukan inkubasi, atur suhu ke 0°C dan konsentrasi karbon dioksida ke "0". Ini akan menonaktifkan katup kontrol, mencegah kerusakan akibat pengoperasian yang terlalu lama. 5. Suhu pintu harus diatur sekitar 7°C lebih tinggi daripada suhu internal untuk mengurangi fluktuasi suhu saat menyimpan atau mengambil barang.
III. Perawatan harian memerlukan hal-hal berikut:
1. Periksa secara berkala ketinggian air di jaket air; tambahkan air jika ketinggiannya rendah.
2. Periksa secara berkala tabung karbon dioksida; jangan sampai kehabisan.
3. Periksa pipa dan sambungan pasokan karbon dioksida untuk kebocoran.
4. Bersihkan mesin secara berkala untuk mencegah debu menyumbat saluran udara dan katup solenoid.