I. Keuntungan Pengering Beku
Terdapat berbagai metode pengeringan, seperti pengeringan matahari, perebusan, pemanggangan, pengeringan semprot, dan pengeringan vakum, tetapi metode pengeringan biasa biasanya dilakukan pada suhu di atas 0°C atau lebih tinggi. Produk yang dihasilkan umumnya mengalami pengurangan volume dan pengerasan, dengan sebagian besar komponen volatil hilang, dan beberapa zat yang sensitif terhadap panas mengalami denaturasi atau deaktivasi, dan beberapa bahkan teroksidasi. Oleh karena itu, sifat produk yang dikeringkan berbeda secara signifikan dari sebelum pengeringan.
Pengeringan beku umumnya dilakukan di bawah 0°C, yaitu dalam keadaan beku. Hanya pada tahap selanjutnya, ketika kadar air sisa dikurangi, produk dipanaskan hingga suhu di atas 0°C, tetapi umumnya tidak melebihi 40°C. Dalam kondisi vakum, ketika uap air menyublim secara langsung, obat tetap berada di dalam kerangka es yang terbentuk selama pembekuan, menciptakan struktur berpori seperti spons. Oleh karena itu, volumenya hampir tidak berubah setelah pengeringan. Sebelum digunakan kembali, obat akan langsung larut setelah penambahan air untuk injeksi.
Dibandingkan dengan metode konvensional, pengeringan beku menawarkan keuntungan sebagai berikut:
1. Banyak zat yang sensitif terhadap panas tidak mengalami denaturasi atau menjadi tidak aktif.
2. Selama pengeringan suhu rendah, kehilangan beberapa komponen volatil dalam zat tersebut minimal.
3. Pertumbuhan mikroba dan aktivitas enzimatik dihambat selama pengeringan beku, sehingga mempertahankan sifat aslinya.
4. Karena pengeringan terjadi dalam keadaan beku, volumenya hampir tidak berubah, mempertahankan struktur aslinya dan mencegah konsentrasi.
5. Karena air dalam material tersebut ada sebagai kristal es setelah pra-pembekuan, garam anorganik yang awalnya terlarut dalam air terdistribusi secara merata di seluruh material. Selama sublimasi, zat terlarut dalam air mengendap, sehingga menghindari pengerasan permukaan yang disebabkan oleh garam anorganik yang terbawa oleh uap air yang bermigrasi dari bagian dalam material ke permukaan, yang terjadi pada metode pengeringan konvensional.
6. Material yang telah dikeringkan bersifat longgar dan berpori, seperti spons, dan larut dengan cepat dan sempurna setelah ditambahkan air, hampir seketika mengembalikan sifat aslinya.
7. Karena pengeringan dilakukan di bawah vakum dengan oksigen yang sangat sedikit, beberapa zat yang mudah teroksidasi terlindungi.
8. Pengeringan dapat menghilangkan 95%–99% atau lebih dari kelembapan, memungkinkan produk kering disimpan dalam waktu lama tanpa rusak.
9. Karena material berada dalam keadaan beku pada suhu yang sangat rendah, suhu sumber panas yang dibutuhkan tidak tinggi; pemanas pada suhu ruangan atau suhu rendah sudah cukup. Jika ruang pembeku dan ruang pengering terpisah, ruang pengering tidak memerlukan isolasi, sehingga menghasilkan kehilangan panas minimal dan penggunaan energi panas yang ekonomis.
II. Kekurangan Pengering Beku
Kekurangan utama teknologi pengeringan beku vakum adalah biayanya yang tinggi. Karena membutuhkan kondisi vakum dan suhu rendah, pengering beku vakum perlu dilengkapi dengan sistem vakum dan sistem suhu rendah, yang mengakibatkan biaya investasi dan operasional yang relatif tinggi.